herbal pembangkit seksualitas,

Menurut Ir. Widisih Puji Winarto, Ketua Yayasan Pengembangan Tanaman Obat Karyasari, bahwa menurunnya gairah seksual antara lain dipicu oleh faktor fisik (termasuk di dalamnya penyakit) dan Spikis. Faktor fisik berkenaan dengan “hukum alam”, bahwa menginjak usia 40 tahun kaum lelaki pasti mengalami penurunan gairah dan kinerja seksual. Sedangkan faktor psikis merujuk adanya stres akibat pekerjaan, hubungan kurang harmonis dengan pasangan, kemacetan lalu lintas dan lain-lain.
Untuk mengatasi faktor fisik yang disebabkan karena penyakit (salah satunya Diabetes) adalah Daun Mimba (Azadirachta indica Juss) misalnya untuk menurunkan gula darah. Daun salam (Syzygium polyanthum Walp) mengurangi Absorsi (penyerapan) lemak di usus halus. Brotowali ( Tinospora Crispa Miers) mampu memperbaiki kinerja Pankreas. Direbus dengan air 3 gelas menjadi 2 gelas dan diminum pagi dan malam hari. Dalam waktu Kurang lebih 2 bulan gula darah akan normal kembali ke 150 mg/dl. Tanpa berhenti mengkonsumsi minuman herbal ini.

Untuk “membakar kembali” gairah seksual, Winarto menekankan perlunya mengonsumsi tanaman obat yang memiliki 3 fungsi yaitu :

Pertama,Fungsi Analeptik yang membuat tubuh terasa segar, Jenis Tanamannya adalah Jahe Merah (Zingiber officinale Linn. Var. rubrum) dan Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata K. Schum). Kandungan aspartic acid dan Betha-sitosterol pada jahe merah, merangsang saraf menjadi segar serta merangsang produksi hormon androgen. Sementara Lengkuas Merah mengandung zat aktif basonin dan galangol, yang sama-sama merangsang semangat, menghangatkan tubuh. Dilengkapi dengan eugenol yang mencegah ejakulasi prematur.

Kedua, Fungsi Adaptogen yaitu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap kelemahan fungsi tubuh dan penyakit serta stres. Jenis tanaman ini adalah Tapak Liman (Elephantophus scaber L.) dan Daun Sendok (Plantago Mayor). Tapak Liman memiliki efek farmakologis sebagai penurun panas, antibiotik, anti radang, peluruh air seni, menghilangkan bengkak dan menetralkan racun. Sedangkan Daun Sendok bersifat anti inflamasi, antitusiv, antiseptik, hepatoprotektor, menormalkan aktifitas hati.

Ketiga, Fungsi Tonik Yaitu menciptakan tenaga, mendukung metabolisme untuk terbentuknya tenaga. Tanaman Tonik ini diantaranya Adas (Foeniculum vurgare Mill). Didalamnya terkandung 1’8 sineol yang mampu mengatasi ejakulasi dini, merangsang ereksi, merangsang keringat, penguat hepar, juga merangsang saraf pusat. Adas juga mengandung arginine yang mencegah kemandulan, memperkuat daya hidup sperma. Selain itu, di dalam adas terdapat rutin yang bisa merangsang semangat dan gairah, serta menunda penuaan.
Senyawa apa yang membuat suatu tanaman obat mampu bersifat afrodisiak? Setiap tamnaman obat terdiri dari ratusan zat, dan semuanya berfungsi. Karenanya efek obat dari satu tanaman merupakan efek dari seluruh zat yang dikandungnya. Maka, jika diisolasi, zat-zat itu bisa tidak berefek afrodisiak, atau efeknya sangat kecil.

Ramuan Afrodisiak Sederhana.

Gunakan bahan tanaman Obat yang ada di dapur kita:
* Lengkuas Merah 50 gr, iris tipis-tipis

* Jahe Merah 25 gr, iris tipis-tipis
* Gula merah 100 gr
Rebus dengan 3 gelas air, biarkan mendidih hingga tersisa 2 gelas, lalu minum pagi dan malam hari.

Tanaman Herbal Afrodisiak


1. Daun Sendok.
Ambil tiga sendok biji daun sendok, lalu giling, tambahkan 3 sdm madu, lalu minum.

2. Tapak Liman.
Untuk meningkatkan gairah pria yang terganggu sakit pinggang. Ambil batang tanaman bersama akarnya, masukkan kedalam 3 gelas air, lalu rebus hingga 2 gelas air. Minum pagi dan malam.


3. Lengkuas Merah.
Untuk mendongkrak gairah, Ambil rimang secukupnya, di rebus, airnya di minum. Sebaiknya dicampur dengan tanaman obat lain.

4. Adas.

Untuk Merangsang Ereksi, adas sebagai bahan campuran dengan tanaman obat lain.


5. Jahe Merah.
Kandungan Aktif dan khasiat yang ada pada rimangnya, dapat mengatasi ejakulasi dini, merangsang ereksi, memperkuat daya tahan sperma, serta meningkatkan aktifitas kelenjar endokrin.

Wanita Boleh Juga Minum.
Hebatnya, sifat afrodisiak pada obat herbal bisa dimanfaatkan juga oleh kaum wanita. Secara prinsip, kerjanya di dalam tubuh tetap sama, yaitu untuk meperlancar peredaran darah ke organ seksual. Hanya saja, wanita lebih membutuhkan fungsi analeptik dan adaptogen untuk kesegaran fisik dan peningkatan daya tahan tubuh terhadap kelemahan fungsi tubuh, penyakit ataupun stres.

Jamu bagi wanita sudah mencakup berbagai hal yang menyangkut gangguan fungsi rahim, semisal haid, keputihan, kehamilan, dan sebagainya.


Comments :

0 comments to “herbal pembangkit seksualitas,”

artikel pada kategori yang sama

 

Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani